About

slider

Recent

Popular Posts

Entri yang Diunggulkan

Aku Percaya Pria dan Wanita sama Baiknya dan sama Jahatnya

Pria pun punya sudut Pandangnya terhadap Wanita Jakarta ( Pasutri ) -  Sudah lama aku ingin menulis ini, tapi karena tidak ada wadah untuk m...

Accordition

Comments

Slide Show

Featured Posts

"Pasutri" dari Pandangan Pria

Populer

Navigation

Jangan Cari Istri Tukang Bohong

Pengalaman teman gw ini, perjalanannya gw ikuti secara tak sengaja. Mulai dari pacaran, kebetulan gw kenal keluarga pacarnya lebih dulu dari teman gw,

Ilustrasi Rio kalau cinta sama pasangannya
Jakarta (Pasutri) - Pengalaman teman gw ini atau sebut saja Rio, dan pacarnya Dinda, perjalanannya gw ikuti secara tidak sengaja.

Mulai dari pacaran, kebetulan gw kenal keluarga Dinda lebih dulu dari Rio, boleh dibilang gw kenal pacarnya saat ayahnya masih ada.

Intermezo
Yang tidak kalah pentingnya, menurut Penelitian Psikologi, wanita yang punya kecenderungan BERBOHONG, Dapat dipastikan adalah PESELINGKUH ULUNG.

Ayahnya. Ibunya, semua kakak² dan adik² nya, semua tukang bohong dari yang abu² hingga kriminal, terbukti dari kakaknya ada yang keluar masuk penjara.

Selain tukang bohong, kalau tidak mau dibilang penipu, ayahnya juga tukang kawin,

Ibunya memang bukan tukang kawin, berlindung dibalik pura² lupa. Gw sendiri pernah tertipu oleh ibunya.

Satu saat Nia adiknya Dinda, kabur sama Amet pacarnya, terus kontrak, mereka, lalu kumpul kebo.

Kebetulan Amet itu. juga sahabat gw. Nah ketipunya dimana?

Satu saat gw dan teman gw Rio atau pacarnya Dinda, datang ke rumahnya Dinda.

Langsung Ibunya tanya ke gw, sambil fait accompli, "Kamu tau khan si Amet dan Nia ada dimana"

Ya gw jawab, "tempat yang pasti saya tidak tau tante, sementara no hp nya ada di hp saya yang satu lagi - ada di rumah"

Gw sebenarnya suka ke rumahnya Amet dan Nia.

Tapi Amet bilang, "lo jangan kasih tau keberadaan gw ya, soalnya si Maling (sebutan salah satu kakaknya Dinda), mau mukulin kita berdua", "kalau gw yang dipukulin ya pasti gw berantemin", "tapi kalau bini gw dipukulin pas gw lagi di kantor, bisa kalap gw"

Singkat kata, gw dimohon (sekali lagi dimohon dengan kata² sopan dan serius) oleh Ibunya Nia, untuk bujuk Amet, bawa Nia balik. Segala hal seperti ancaman dari Maling, atau dari kakak yang lain, ibunya jamin, tidak akan pernah terjadi.

Mau dibilang tidak sopan, masa bodo deh, diakhir pembicaraan mengenai Amet, gw bilang, "Janji ya tante semua aman, tidak ada pemukulan dan lain²", dengan wajah meyakinkan, ibunya Dinda bilang "iya tante janji"

Wah gw pede bilang sama Amet, gw yakinin Amet...

Akhirnya, selang beberapa hari gw ketemu Amet, dengan suka cita, berharap seperti Ibunya janji, "Amet dan Nia, mau diresmiin dalam acara pesta pernikahan"

Kaget gw, ternyata Ibunya bohongin gw, tidak sesuai janjinya, yang menjamin keselamatan Amet. Hal ini, gw kasih tau ke teman gw si Rio, hati², ini keluarganya Dinda itu tukang bohong.

Mungkin karena Rio lagi kasmaran, omongan gw tidak digubris.

Rio akhirnya nikah juga sama Dinda, dan gw sempat sering juga ke rumah Rio.

Waktu berjalan begitu cepat, anak² Rio tumbuh besar. Tiba² gw putus kontak sama Rio.

Circa 5 tahun gw tidak ketemu Rio.

Kebetulan di sebuah acara, kita ketemuan. Gw tanya gimana anak². Rio sumringah cerita mengenai anak² nya yang kuliah di Universitas Negeri semua.

Dan Rio nyerocos cerita waktu dia sakit hingga koma (konon ada peran santet dari...), kedua anaknya begitu kompak, mengurusi dirinya.

Padahal anak pertama lagi nerusin S2 di luar negeri, anaknya juga kontak ke kerabat, dan teman²nya yang dokter di Indonesia.

Anak yang kedua nungguin dia terus katanya.

Aneh gw pikir, dari tadi koq cuma anak²nya aja yang diceritain.

Oh iya Dinda gimana kabarnya. Rio terdiam sebentar. Sambil meluk gw, dia bilang "Lo bener, darah dan otaknya Dinda penuh dengan kebohongan"

"Tahun lalu gw ceraikan Dinda talak 3"


Sebelum kejadian Rio talak 3 Dinda, tidak ada satupun kakak beradik di keluarga Dinda yang tidak pernah ngalamin perceraian, alias kowan kawin, nurun bapaknya. 

Seperti pepatah "like father like son" tambah juga "like daughter" hahaha

Disinilah awal ceritanya dimulai, kalau mau tau, bagaimana nerakanya punya istri pembohong ulung - karena bohong menjadi kebiasaan hidupnya.

Gw ceritain aja ya, cerita yang malem sampai pagi kita habiskan di tiga cafe pindah²

Sebelumnya gw ceritain sedikit mengenai karakter Rio.

Temen² main dan orang² di kantornya Rio yang gw kenal, rata² sama penilaiannya terhadap Rio.

Orangnya logis, tidak temperamental, ngayomi sama anak buah.

Nah kalau gitu, kapan Rio marah, dan ngegas.

Saat ia dengan orang yang sudah menyetujui sesuatu bersama, tapi orang itu tidak komit.

Sangking logisnya, dia tidak percaya hal² ghaib.

Sampai akhirnya dia percaya percaya dengan hal² ghaib, karena setelah koma (tidak ada obatnya), justru teman² nya (Rio memang dikenal sebagai pribadi yang berteman sama siapa saja) yang paranormal yang ngobatin tanpa diminta sama Rio.

Ya itu sisi lain dari mindset Rio.

Sama satu lagi, dari psikologi perkawinan, pasangan yang berkarakter pembohong, dapat dipastikan, dia peselinguh ulung.

Kembali ke serunya cerita Dinda

Sepanjang belasan tahun, Dinda tampak  sangat penurut di depan keluarga Rio, tapi dibelakang itu, dia adalah tipe penjajah, dengan tipu muslihat tingkat Dewa, maklum "internal family training". Hahaha

Sarapan saja Dinda tidak mau menyiapkan - sekali dua kali, pernah sih, kalau itungan 1 tahun berapa kali, ya tidak sampai 1 bulan, alias tidak sampai 30 kali.

Padahal setiap bulan, semua gaji (gaji asn yang bereselon menengah) dan pendapatan Rio lainnya, diberikan semua ke istrinya.

Tapi kalau Ibunya Rio lagi nginep di rumah, Sarapan disediakan, Rio minta apapun disediakan.

Ibu mertuanya pulang, terasa neraka lagi, cuci baju sendiri, cuci piring sendiri, Rio sama sekali tidak keberatan, karena dia hampir 10 tahun tinggal di Eropa, biasa mandiri.

Dinda tidak tahu atau tidak mau tahu kebiasaan Rio.

Rio biasa hidup disiplin (kebiasaan waktu hidup di Eropa) - salah satunya,  apa yang ditempatkan, harus balik ke tempatnya lagi.

Kalau yang dilakukan satu kali, mungkin itu tidak sengaja, tapi kalau berkali-kali, boleh dibilang itu sengaja.

Semisal tempat sisir Rio, yang sudah pasti tempatnya di depan cermin. Setiap pagi setelah mandi mau berangkat kantor, sisir bisa ilang. Karena keseringan, bikin Rio perjalanan ke Kantor jadi kesel, belum lagi tidak ada sarapan.

Sampai kemarin waktu cerai, dan hingga kini, keluarga Rio membantu hidupnya Dinda, padahal mereka tidak tau, uang Dinda di Bank pakai judul Milyar lebih.

Dan lebih parah lagi, Rio dikucilkan dari keluarganya sendiri.


Awal² cerai, masih satu rumah, kiriman makanan antar keluarga ditujukan bukan untuk Keluarga Rio, tapi untuk Ibu Dinda.

Menurut Rio, Dinda selalu bilang ke keluaganya Rio, kalau Rio, sedikit² ngegas.

Jadi semua keluarga, ponakan dan cucu mereka, percaya, karena kalau liburan bersama, nasinya Rio aja disendokin.

Luar biasa Dinda yang gw kenal, makin hebat aja lo memerankan playing victim nya.

Ingat karma Dinda...

Gw ingetin, baca lagi di atas kapan Rio ngegas

Gw bilang ke dia, "Lo ibarat sudah jatuh ketiban tangga"

Sontak Rio ngakak, huahahaha "kelihatan lo udah tua, anak milenial mana tau pepatah itu"

Gw seneng lihat ketawanya Rio lepas, yang tanpa beban. Gw dari kuliah kenal mantan² nya Rio.

Rio kalau sudah cinta (seperti gambar di atas), dia pasti komit, tapi kalau sudah putus, jangan harap bisa kembali.

Lucunya, semua mantan Rio yang gw kenal, pas sudah putus baru sadar, dan pasti pengen kembali. Rio pantang untuk balikan, makanya tidak tanggung² talak 3.

Apalagi :
Dinda berselingkuh sama orang yang dia kenal.
Apalagi Dinda beberapa kali mau bunuh Rio, dengan cara tidak wajar, secara Dinda kakeknya Dukun terkenal di Batavia.


Dinda memang pemain watak dari karakter playing victim.

Oh makanya dia begitu sumringah, cerita mengenai cinta anak² nya kepada dirinya.

Dia bilang juga, "mendidik anak jangan dengan kebohongan, kelak mereka besar, mereka bisa menilai" siapa yang baik beneran dan siapa yang baik artificial.

'Walaupun bencinya gw sama Dinda, gw tetap nasehatin anak² untuk selalu sayang dan hormat sama ibunya"

Rio sebenarnya sudah melupakan semuanya, cuma karena gw yang kepo, akhirnya dia cerita A to Z, ditambah gw khan kenal keluarganya Dinda, jauh lebih lama dari Rio.

Oh iya gw hampir lupa, ternyata Rio titip cerita mengenai Rumah yang dia tempati sekarang itu, adalah milik anak yang kedua, sementara anak yang pertama sudah dapat rumah di sebuah Perumahan di Perbatasan Jakarta Timur dan Bekasi.

Waktu beli rumah buat Anak Keduanya pun, Rio, Dinda dan Ibunya Rio bertiga yang ambil uang dari City Bank Pondok Indah, dan ditukarkan di Money Changer di dekat Hotel Marcopolo. Dan diatasnamakan Ibunya Rio.

Takutnya Dinda pura-pura lupa, terus dia mendukung mantan kakak-kakaknya Rio, bahwa rumah Anak Keduanya adalah rumah Ibunya. Jadi bisa disengketakan.

Ingat karma Dinda, bermain dengan Tanah, elo bisa tidak diterima sama Tanah kelak... Juga buat mantan keluarganya Rio...


Kata Rio ke gw, dia beruntung ketemu gw, "kalau gw cerita sama orang yang tidak kenal keluarganya Dinda, pasti gw dibilang bohong atau bahkan fitnah" kata Rio sambil nunjuk gw, gaya hormatnya Rio ke teman² dekatnya "your mamen"

(Rr)

Base on true story

Sitemap

Penulis Pasutri

Bahannya cari di Dapur / Di Sekitar Rumah

Doa (Dapur Obat Alami






Share
Banner

matahatinews

Post A Comment:

0 comments: