Saat aku masih Mencintaimu


Jakarta (
Pasutri) - Aku sendiri dulu suka bertanya-tanya, apa, bagaimana, dan seperti apa rasanya cinta itu.

Menurutku cinta itu saat kita merasa memiliki seseorang dan ingin menjaganya. 

Kalau beruntung, pasangan yang kita cintai, punya niat yang sama, ingin menjaga kita.

Baca juga : Jangan Cari Istri Tukang Bohong

Makanya, saat kita ingin menjaga, timbulah rasa cemburu, saat ada yang menggoda orang yang kita cintai.

Saat orang yang kita cintai berpaling ke lain hati, timbulah rasa sakit hati, bahkan yang paling parah hingga patah hati (tidak mau menjalin cinta lagi, seumur hidupnya)

Mencintai dan dicintai memang bukan hal yang pasti. Karena saat kita mencintai orang, belum tentu orang itu mencintai kita,  begitu juga sebaliknya.

Cinta itu unik bagi setiap pasangan, jadi menuju saling mencinta, perlu komunikasi yang jujur satu sama lain.

Menurut saya Pasutri perlu cinta. Karena dari cinta akan timbul rasa saling mendukung. Ini proses yang alami.

Saat aku masih mencintaimu, harapanku, aku tidak bertepuk sebelah tangan. Sehingga energi saling mencintai itu, akan mewujudkan energi positif yang mendatangkan rejeki.

Dan itu terbukti dengan pesatnya karirku, hingga dalam waktu 3 tahun aku dapat 2 kali naik eselon.

Disamping aku menjadi komisaris dari perusahaan yang aku bidani.

Tapi saat kamu tidak lagi mencintaiku, maka energiku akan terbuang sia², karena tidak lagi akan mendatangkan rejeki, malah justru sebaliknya.

Untuk itu, sebaiknya kita berpisah, biar energi positifku bersatu dengan Alam, yang juga akan mendatangkan rejeki.

Pesan cerita ini, jika pasanganmu sudah tidak cinta lagi kepadamu, sementara kamu sudah mencoba untuk mengembalikan cinta yabg dulu pernah ada, namun cinta pasanganmu kepadamu, tidak kunjung datang.

Maka sekuat apapun kamu berusaha dan bekerja, hanya sia². Olehkarena itu, lebih baik pisah atau cerai. Sebelum semakin terpuruk.

Taufik

Sitemap


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Saat aku masih Mencintaimu"

Posting Komentar