Pasutri

Pasangan Suami Istri

8 Alasan Mengapa Pasutri harus Bercinta setiap hari

Pandanglah dengan rasa cinta, dan bukan nafsu....
Jakarta (Pasutri) - Bercinta adalah kodrat manusia sebagai mahluk sosial, tetapi bercinta pun mungkin setiap orang memiliki definisinya sendiri. Leluhur kita sudah memberikan definisi bercinta yang benar, sehingga bercinta adalah sakral....

1. Membuat Panjang umur
Rutin bercinta, akan membuat kita lebih terhindari dari risiko kematian akibat penyakit. Dari hasil penelitian membuktikan, seseorang yang bercinta minimal dua kali seminggu, memiliki usia yang lebih panjang daripada yang hanya sekali sebulan.

2. Melancarkan Peredaran Darah
Untuk mendapatkan ereksi yang sempurna, dibutuhkan aliran darah yang prima, untuk itu dibutuhkan sistem kardiovaskular yang juga baik.

3. Menjaga kesehatan jantung
Ada berbagai penelitian yang menyebut risiko serangan jantung berkurang pada laki-laki yang bercinta lebih dari dua kali sepekan. Selain karena bercinta itu sendiri melibatkan aktivitas fisik yang intens, seperti halnya olahraga, rutinitas bercinta juga menunjukkan fungsi kardiovaskular yang baik.

4. Meningkatkan daya tahan tubuh
Rutin bercinta akan meningkatkan antibodi IgA (Imunoglobulin A). Komponen sistem imun ini dibutuhkan untuk menangkal berbagai serangan penyakit, termasuk flu.

5. Meredakan stres
Tidak ada ceritanya, bahwa seseorang stres sesudah bercinta.

6. Pereda nyeri alami
Orgasme adalah pereda nyeri alami yang sangat efektif. Ketika seseorang mengalami orgasme, otak akan melepas hormon oksitosin hingga 5 kali lebih banyak dari biasanya. Hormon ini selain memicu rasa senang, juga meningkatkan toleransi rasa nyeri.

7. Menjaga Tubuh Tetap Langsing
Jangan salah, berhubungan seks merupakan aktivitas fisik yang setara dengan olahraga berintensitas ringan hingga sedang. Dalam 30 menit durasi bercinta, diperkirakan ada sekitar 80 kalori yang terbakar.

8. Bercinta Menurut Aturan Leluhur
Disinillah kuncinya, karena bercinta menurut aturan Leluhur. Bercinta adalah prosesi sakral, sehingga harus bersih-bersih segalanya sebelum bercinta, baik badan (mandi sebelum bercinta), meditasi ringan (membersihkan pikiran).

Catatan :
Jika Anda bercinta dengan pasangan Anda karena pikiran kotor, maka lupakan 7 keterangan di atas.

Foto : Istimewa

Perkasa dengan Semangka Kuning

Jakarta (Pasutri) - Peneliti dari Texas Amerika Serikat menyatakan bahwa, di dalem buah Semangka Kuning ada senyawa yang dikenal dengan nama Citrulline. Zat yang ini yang sering disamakan dengan Peningkat Keperkasaan. 

Beberape kegunaan buah SemangkaKuning:

  • Leluhur kita menggunakannya untuk menyembuhkan demam serta sariawan.
  • Menyehatkan jantung serta melancarkan sirkulasi darah. Sebab Semangka Kuning mengandung Asam Amino yang juga baik bagi daya tahan tubuh.
  • Dapat menyehatkan ginjal, karena bersifat Diuretic yang Menstimulasi untuk pipis lagi dan lagi. Hal ini ternyata baik untuk kesehatan.
  • Mengandung senyawa Likopen sebagai Anti-Oksidan yang baik. Likopen dapat melindungi tubuh dari radikal bebas, sehingga manusia terlindungi dari serangan penyakit ganas semacam kanker.
  • Menghindarkan dari penyakit tekanan darah tinggi. Hal ini dikarenakan kandungan Kalium yang cukup tinggi di dalam semangka.
  • Kombinasi vitamin kompleks yang tersembunyi di dalam semangka dapat membantu tubuh terus bugar apabila dikonsumsi secara teratur.
  • Mengandung serat alami yang baik bagi pencernaan. Sehingga dengan mengkonsumsi buah semangka secara teratur setiap hari, kita dapat terhindar dari penyakit sembelit.
  • Baik bagi yang sedang melakukan program diet, karena Semangka Kuning mengandung gula sederhana dalam kadar yang terbatas. Di sisi lain, airnya akan membantu kita kenyang lebih lama.

Suami Anda Mungkin Senang, jika Rambut Anda Rapih, Bersih, dan Wangi

Cara Alami Merawat Rambut...

  • Rapikan rambut 4-6 minggu sekali untuk membuang ujungnya yang kering dan pecah-pecah
  • Keramas cukup 2 hari sekali, dan hindari menggosok rambut terlalu keras saat keramas
  • Gunakan sisir bergerigi jarang untuk meminimalkan kerusakan rambut
  • Jauhkan dari penggunaan produk styling, seperti mousse, gel dan hair spray, karena justru dapat  memudarkan kilau rambut
  • Bilaslah rambut sebelum dan setelah berenang untuk menhindari rambut dari zat kaporit

Apa Itu Gula Darah?

Bagi mereka yang memiliki kadar gula yang tinggi dalam darahnya, dapat disebut sebagai penderita pra diabetes. 

Sedangkan bagi mereka yang sudah terdeteksi sebagai penderita Penyakit Gula Darah / Diabetes Melitus / Penyakit Kencing, beresiko tinggi pada infeksi dan luka pada kaki.

Luka kecil pada kaki dapat membesar, bahkan jika tidak dirawat dapat menimbulkan Gangren (pembusukan akibat luka). Jika didiamkan, bukan tidak mungkin bagian kaki yang terkena infeksi dapat diamputasi untuk menghindari tersebarnya Gangren ke jaringan lain.

Pencegahan Penyakit Gula Darah ini dapat dilakukan pencegahan untuk memperkecil resiko dari penyakit pra diabetes.

Foto : Istimewa

Pencegahan Penyakit Gula Darah

1. Pencegahan primer
Beberapa faktorr yang bisa menyebabkan Diabetes Mellitus perlu diperhatikan, baik secara genetik maupun lingkungan, antara lain :
  • Pola makanan sehari-hari yang harus seimbang, tidak berlebih
  • Olahraga secara teratur, tidak banyak berdiam diri
  • Usahakan berat badan dalam batas normal
  • Hindari konsumsi obat-obatan yang dapat menimbulkan Diabetes Mellitus
2. Pencegahan sekunder
Bagi penderita Diabetes Melitus, agar dapat mencegah penyakit tersebut tidak menimbulkan komplikasi penyakit lain, menghilangkan gejala dan keluhan penyakit Diabetes Mellitus.
Pencegahan sekunder meliputi deteksi dini penderita diabetes mellitus, terutama bagi mereka yang memiliki genetic, berisiko tinggi terkena Diabetes Mellitus.

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan dalam pencegahan sekunder, antara lain :
  • Diet sehari-hari harus seimbang dan sehat
  • Menjaga berat badan dalam batas normal
  • Usaha pengendalian gula darah agar tidak terjadi komplikasi diabetes mellitus
  • Olahraga teratur sesuai dengan kemampuan fisik dan umur
3. Pencegahan tersier
Pencegahan tersier bertujuan untuk mencegah kecacatan lebih lanjut dari komplikasi penyakit yang sudah terjadi. Berikut pencegahan yang dimaksud :
  •  Mencegah terjadinya kebuataan jika menyerang pembuluh darah mata
  • Mencegah gagal ginjal kronik jika menyerang pembuluh darah ginjal
  • Mencegah stroke jika menyerang pembuluh darah otak
  • Mencegah terjadinya gangren jika terjadi luka.
Foto : Istimewa

Tes Gula Darah

Diagnosis penyakit gula darah dapat ditetapkan dengan mengukur kadar glukosa darah ketika puasa dan 1-2 jam setelah meminum larutan glukosa 75 grm (tes toleransi glukosa oral).
Berikut beberapa parameter yang dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit gula darah, antara lain:
  1. Seseorang dikatakan menderita penyakit Diabetes Mellitus, apabila kadar glukosa darah ketika puasa lebih dari 126 mg/dl, atau 2 jam setelah minum larutan glukosa 75 gr, menunjukkan kadar glukosa darah lebih dari 200 mg/dl.
  2. Seseorang dikatakan terganggu toleransi glukosanya, jika kadar glukosa darah saat puasa mencapai 110-125 mg/dl, atau 2 jam setelah minum larutan glukosa 75 gram, menunjukkan kadar glukosa darah 140-199 mg/dl.
  3. Seseorang dikatakan normal atau tidak menderita Diabetes Mellitus jika kadar glukosa darah saat puasa kurang dari 110 mg/dl, kadar glukosa darah 1 jam setelah minum larutan glukosa 75 gram, menunjukkan kadar glukosa darah kurang dari 180 mg/dl, dan kadar glukosa darah 2 jam setelahnya kurang dari 140 mg/dl.
Foto : Istimewa

Tips Memilih dan Membeli Setrika untuk Pakaian Rapi.

Menurut seorang peritel elektronik Gaow Ivan Siswanto, di samping teknik yang benar, menyetrika agar pakaian terlihat licin, dan rapi secara maksimal, perlu didukung perangkat setrika yang tepat, dan sesuai kebutuhan
Untuk memilih alat setrika  tersebut, ada standar tertentu, misalnya dengan bahan pelapis permukaannya. Dewasa ini, permukaan dasar setrika telah dilapisi sejenis lapisan teflon, sehingga tidak mudah lengket, dan memudahkan bagi  yang menyetrika.
  • Setrika Kering, yakni setrika yang banyak dijumpai, dan digunakan para ibu rumah tangga.
  • Setrika Uap, dimana setrika jenis ini menggunakan air sebagai solusi untuk mengatasi pakaian kusut dengan cepat. 
  • Spray Iron (Setrika dengan semprotan), yang mampu menyemprotkan air secara otomatis.
  • Dan bagi yang suka bepergian, ada jenis Ttravel  Iron (Setrika untuk dibawa kala wisata).
Selain jenis-jenis Setrika di atas, yang perlu diperhatikan, antara lain:
  • Daya Listrik yang dibutuhkan saat penggunaan setrika. Beberapa setrika membutuhkan daya listrik 1.000 watt.  Pastikan, jangan sampai daya listrik tumah Anda turun naik hanya karena penggunaan setrika ini, yang akhirnya justru mengakibatkan membengkaknya tagihan listrik.
  • Berhati-hatilah dengan setrika yang mudah gosong atau lengket. Hal ini dapat membuat lapisan dasar setrika menjadi hitam. Yang menjengkelkan, jika noda hitam pada lapisan dasar tersebut, tertinggal pada pakaian yang Anda setrika.
Selamat Memilih dan Membeli Setrika untuk Pakaian Rapi, seperti yang Anda inginkan.

Daging Tupai Lawan Diabetes

Tongseng Tupai
Daging Tupai atau Bajing, binatang pemakan kelapa iini, diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit, seperti sakit gula, ginjal, dan kanker.
Mengolah daging Tupai,  kukunya dipotong terlebih dahulu, kemudian kulit dan dagingnya dipisahkan. Setelah itu, dipisahkan antara daging, otak, hati dan empedunya, karena masing-masing mempunyai kegunaan tersendiri.

Cara penyembuhan berbagai penyakit dengan daging tupai ternyata cukup sederhana, setelah dibersihkan, daging tersebut cukup direbus dengan air. Kemudian airnya diminum.
Dagingnya dapat juga digoreng dan dimakan.

Otak tupai dapat mengobati anak terbelakang mental. Sementara janin tupai berguna untuk mengobati wanita mandul. Sedangkan daging tupai jika dimakan secara teratur dapat mengobati penyakit diabetes, kanker, rematik, dan lever.
Lebih jauh dikatakan, daging tupai tidak mengandung kolesterol, sehingga cocok dikonsumsi oleh masyarakat yang peduli dengan kesehatannya. Daging tupai dapat diolah menjadi berbagai macam masakan seperti; sop, sate, rica –rica, stick, dan juga abon.

Resep 1
Tahap ada luka : Makan daging Tupai (Bajing) yang direbus / dimasak setiap hari satu ekor sampai lukanya kering.

Resep 2
Kuliti daging bajing dan belah menjadi empat potong. Setelah itu, rendamlah daging yang telah dipotong ini ke dalam air asam jawa, sebagaimana seperti orang yang akan menggoreng. Rendam kira-kira 1 jam lamanya, dan tanpa diberi garam sedikitpun. Setelah itu goreng dan dimakan dagingnya.

Resep 3
Rebuslah daging Tupai (daging jangan dicuci dengan air kalau kondisinya bersih) dengan asam kawak dan gula jawa. Setelah itu boleh digoreng sampai kering.
Sumber : Berbagai Sumber di Internet sebagai referensi (situs online google, Wikipedia, facebook, blogspot, kompasiana, dlsb)

Sumber : http://www.bekasisehat.com/daging/198-kegunaan-daging-tupai-atau-bajing.html

Foto : Istimewa
Back To Top