About

slider

Recent

?max-results=10">
'); document.write(" ?orderby=updated&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");

Popular Posts

Entri yang Diunggulkan

Tips : Perkasa tanpa Obat Apapun

Rahasia Perkasa tanpa Pikiran Kotor, tapi Tahan Lama Jakarta ( Pasutri ) - Ini pengalaman teman gw, sebut saja Santo, yang awalnya ia orang ...

Accordition

Arsip

Comments

Slide Show

Featured Posts

"Pasutri" dari Pandangan Pria

Populer

Navigation

Susu Kaleng 8.2 : Marah dan Uring-uringan

Marah dan uring-uringan adalah hal yang tidak baik dalam pergaulan, apalagi dalam hidup berpasangan. Dalam hidup rumah tangga, sudah selayaknya setiap
Jakarta (Pasutri) - Marah dan uring-uringan adalah hal yang tidak baik dalam pergaulan, apalagi dalam hidup berpasangan. Dalam hidup rumah tangga, sudah selayaknya setiap insan yang bersangkutan, harus menghargai satu sama lainnya.

Kalau suami uring-uringan atau marah-marah tanpa sebab, biasanya orang langsung bilang, "nggak dikasih tuh sama istrinya".

Seperti paragraf pertama judul ini, bahwa siapapun tidak selayaknya marah-marah atau uring-uringan, walau dengan sebab apapun. 

Jadi seorang suami, yang sering mengalami hal ini, sudah selayaknya mencari jalan keluar (bukan poligami atau jajan - dimana bisa dengan mencari kesibukan lain yang positif misalnya).

Ada pepatah "Keledai tidak pernah jatuh dua kali di tempat yang sama". 

Yang mengartikan, dengan pengalaman tersebut apakah ia tidak dapat mencarikan jalan keluar yang positif untuk itu.

Di sisi lain, sampai hari ini, masih ada previlege bagi wanita yang sedang datang bulan, dengan alasan sakit, untuk marah-marah atau uring-uringan, atau bete kepada suaminya. Dengan alasan, karena sang pria tidak mengalaminya. Hal ini sebenarnya juga, tidak perlu dibesar-besarkan, karena kita sama-sama tidak ingin menjadi keledai khan?

Pernyataan di atas memang ada benarnya, karena pria tidak ada yang mengalami datang bulan. Tetapi, kalau kita tinjau lebih jauh lagi.

Kalau ditanya secara jujur, mungkin tidak ada seorang istripun yang mau, kalau suaminya uring-uringan di rumah, karena masalah pria di atas, atau yang menyangkut masalah pekerjaan rutin yang dihadapi di tempat pekerjaannya. 

Dengan alasan yang sama, bahwa hal itu kan selalu dijumpai, maka sang pria dituntut untuk mengantisipasinya secara seksama.

Memang, mungkin analogi perbandingan di atas tidak begitu pas, karena hanya dilihat dari masalah priodikal, atau yang mempunyai frekuensi kemunculannya. Tetapi paling tidak, hal ini memberikan gambaran sisi-sisi mana yang menjadi masalah bagi kedua belah pihak.

Foto : Istimewa
Terus Membaca
Twitter : @Pasutri
Instagram : @igpasutri
www.pasutri.web.id




Share
Banner

matahatinews

Post A Comment:

0 comments: