About

slider

Recent

?max-results=10">
'); document.write(" ?orderby=updated&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");

Popular Posts

Entri yang Diunggulkan

Tips : Perkasa tanpa Obat Apapun

Rahasia Perkasa tanpa Pikiran Kotor, tapi Tahan Lama Jakarta ( Pasutri ) - Ini pengalaman teman gw, sebut saja Santo, yang awalnya ia orang ...

Accordition

Arsip

Comments

Slide Show

Featured Posts

"Pasutri" dari Pandangan Pria

Populer

Navigation

Susu Kaleng 8.3 : Penjajahan dan Pelecehan dari sisi KDRT

Jika kita sepakat untuk meniadakan penjajahan dan pelecehan dalam rumah tangga. Maka tidak boleh adanya penjajahan oleh "Kepala Rumah Tangga" terhadap
Membuat Pria Rela jadi Koruptor
Jakarta (Pasutri) - Jika kita sepakat untuk meniadakan penjajahan, dan pelecehan dalam rumah tangga. Maka tidak boleh adanya penjajahan oleh "Kepala Rumah Tangga" terhadap."Wakil Kepala Rumah Tangga"

Misalnya, dalam sebuah rumah tangga, Kepala Rumah Tangganya adalah wanita. Kita tahu, bahwa pada zaman modern, libido bukan lagi monopoli milik pria, pengaruh makanan dan gizi, membuat wanita pun tak kalah menginginkan hal yang serupa dengan pria. Sehingga suamipun harus siap, jika istrinya minta dilayani, seperti juga sebaliknya.

Jika yang terjadi seperti ini, maka suami harus siap tempur setiap saat, kapan pun istrinya minta dilayani. Kondisi yang demikian, tidak menutup kemungkinan adanya pelecehan seksual oleh wanita terhadap pria.

Seperti kohidupan pada umumnya, bahwa istri pun akan rasa dilecehkan, jika harus siap setiap saat untuk melayani meskipun dalam posisi sebagai "Wakil Kepala rumah Tangga." sekalipun.

Kalau demikian, mungkin kita kembali lagi untuk memikirkan, bagaimana perlunya memformulasikan hubungan intim secara kwalitas, maupun kwantitas. Sehingga tidak akan ada lagi yang merasa dilecehkan oleh pasangannya.

Dalam sebuah acara reality show tengah malam, saya melihat sudah banyak wanita yang merasa kurang dilayani oleh suaminya secara seks, sehingga wanita tersebut menuntut suaminya untuk lebih sering lagi melayaninya.

Padahal yang wanita pada posisi sebagai "Wakil Kepala Rumah Tangga", itu pun ia berani melecehkan suaminya, dengan meraba-raba suaminya yang sedang menyetir mobil, bahkan sedang di ruang kerja kantor suaminya.

Mungkin orang bilang bahwa ini adalah kasuistis. Tetapi jika sudah keluar berkali-kali kasus yang mirip, menurut saya ini bukan lagi kasuistis, tetapi sudah merupakan fenomena pelecehan wanita terhadap pria.


Share
Banner

matahatinews

Post A Comment:

0 comments: