Mempertahankan Pernikahan atau Keharmonisan


Jakarta (
Pasutri) - Pertanyaan yang tampaknya sederhana untuk dijawab.

Sebenarnya dua kata itulah yang banyak orang tidak sadar, atau kurang sensitif oleh hakekat pernikahan itu sendiri.

Pertanyaan utamanya, buat apa mempertahankan pernikahan, kalau tidak harmonis.

Pernikahan yang tidak harmonis, tapi tetap dipertahankan adalah, memperpanjang kesengsaraan pasangan tersebut, juga anak² mereka.

Anak² broken home tidak lahir hanya dari orang tua yang bercerai, tapi juga dari keluarga yang tidak harmonis.

Jadi intinya keluarga haruslah harmonis, untuk mendapatkan kebahagiaan yang sesunggunya

Bagaimana kita dapat meraih kebahagiaan yang sesungguhnya...

Ada empat hal yang paling utama, yakni:

  • Kajiwo
  • Komunikasi
  • Tahu peran masing²
  • Saling mendukung
Kajiwo
Kajiwo intinya, perlakukanlah orang lain (Dalam hal ini adalah Pasangan kita), seperti kita ingin diperlakukan.

Komunikasi
Jika kita sudah melakukan Kajiwo dengan benar, tapi pasangan kita tidak memberikan feedback yang sama dengan yang kita beri.
Maka kita perlu mengkomunikasikannya, dengan mengajak berdiskusi, mencari titik temu, dengan membuang / mengurangi ego masing-masing.

Tahu peran masing² 
Layaknya sebuah tim, maka kita dan pasangan harus punya peran masing² yang disepakati bersama. Agar tujuan berumahtangga tidak muspro.

Saling Mendukung
Ibarat Tim Basket, kemenangan itu milik bersama, tidak ada yang lebih penting perannya dalam pertandingan. Jadi semua anggota Tim adalah pemeran yang penting dan dibutuhkan.

Jika empat tahap di atas sudah dilakukan beberapa kali, dan sekiranya sudah dianggap cukup bagi kedua belah pihak, dan ternyata tetap tidak ada perbaikan, maka perceraian adalah jalan terbaik.

 Foto : Istimewa

Penulis Pasutri

Sitemap


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mempertahankan Pernikahan atau Keharmonisan"

Posting Komentar