Di Indonesia Kesetaraan Gender masih Blunder

Kesetaraan Gender Harus Seimbang

Jakarta (
Pasutri) - Kalau kita nyatakan "Setara" ya setara, tidak ada setara tapi masih ada previlage yang dituntut.

Kalau bilang Setara tapi masih ada Previlage yang dituntut, itu namanya Politicking Gender

Coba kalau kita menengok sedikit ke Eropa, yang namanya setara ya setara. 

Perempuan laki sama² kerja, dan cari nafkah, perempuan laki sama² angkat galon, nah itu baru namanya setara, karena Kearifan Lokal di sana memang begitu itu adanya.

Bahkan Suami Istri makan di Restoran pun, bayar masing²

Kita tidak usah ikut²an mereka yang punya Kearifan Lokalnya sendiri.

Jika kita harus ikut²an merusak Kearifan Lokal Nusantara dengan mengadopsi Kearifan Lokal negeri orang, yang sangat berbeda. Itu sama juga dengan kita menghianati bangsa sendiri.

Kearifan Lokal kita adalah "Ibu Pertiwi", Ibu dipuja oleh anak dan Bapak, karena Ibu Sangat Menghormati Bapak.

Begitulah Kearifan Lokal hubungan Pasutri di Indonesia semestinya. 

Jadi dapat dipastikan hubungan Pasutri akan harmonis. Jika kita menggunakan nilai² Kearifan Lokal kita sendiri.

Leluhur kita sudah meninggalkan banyak contoh dari alam sekitar

Seperti filosofi Mimi lan Mintuno (Sejenis Kerang - yang selama hidupnya harus rapat jadi satu kesatuan), dua sejoli, jika dipisah, maka dua-duanya akan mati.

Juga Filosofi Roti Buaya dalam pernjkahan adat Betawi. Buaya menjadi simbol cinta abadi. Konon jika pasangannya mati, maka pasangan yang masih hidup mencoba untuk bunuh diri, atau paling tidak, tidak mencari penggantinya.

Dari dua contoh alam tersebut di atas, Leluhur mengajarkan saling asah, asih, dan asuh.

Jika Pasutri sudah sampai pada komitmen Saling Asah, Asih, dan Asuh, maka dapat dipastikan Pasutri akan hidup bahagia.

Tidak sampai di situ, anak² yang tumbuh dalam kebahagiaan, pasti akan lebih berhasil hidupnya...

Juga anak² yang hidup dalam keluarga yang bahagia, akan tidak menjadi anak berandalan... (SSM)

Twitter : @Pasutri

Instagram : @igpasutri

www.pasutri.web.id





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di Indonesia Kesetaraan Gender masih Blunder"

Posting Komentar