Susu Kaleng 5.5 : Tukang Belanja dan Pekerja Keras


Jakarta (Pasutri) - Judul di atas ini, memberikan gambaran bahwa ada dua sebutan yang saling bertolak belakang, bagi peran wanita dan pria dalam masyarakat pada umumnya.

Yang lebih runyam lagi, karena kondisi ini sadar atau tidak dilihat sebagai kondisi, dimana keduanya seolah-olah secara general sudah disepakati sebagai kondisi ideal bagi keduannya (baca: wanita dan pria).

Kalau ditinjau secara harafiah, yang satu tukang menghabiskan uang, atau prilaku boros, sementara arti yang satunya lagi sebagai tukang cari uang, yang harus memenuhi kegemaran buruk pasangannya.

Saya memakai kata tukang ini, hanya untuk menekankan sebagai profesi ideal masing-masing.

Sebenarnya dengan kedua predikat yang bertolak belakang tersebut, anak kecil pun tahu mana yang positif, dan mana yang negatif, dalam kehidupan sehari-hari.

Tetapi lagi-lagi inilah kelihaian wanita untuk menempatkan diri pada tempat yang nyaman, meskipun prilaku pada predikat itu sebenarnya tidak baik sama sekali, dalam arti kehidupan pada masa globalisasi, dimana di negara-negara maju, suami istri wajib bekerja, untuk memenuhi kebutuhan standarnya, juga menabung untuk hari tua mereka.

Sementara di sini, jika suaminya kurang beruntung, maka banyak wanita yang tidak menghargai suaminya lagi.

Di lain pihak, dengan menempatkan dua predikat tersebut, seolah hanya pria yang mengerti wanitalah, yang mau bekerja keras mencari uang, dan selanjutnya dihabiskan oleh si wanita sebagai istri. Dengan upah sanjungan, bahwa prilaku pria tersebut sebagai suami adalah sebagai contoh pria yang dapat memanjakan wanita.

Lagi-lagi kaum pria terkecoh, tetapi tidak usah gusar dahulu. Sebab demi kesetaraan gender, jika sang pria menempatkan diri, atau memilih sebagai Wakil Kepala Rumah Tangga, maka sang wanita pun wajib memanjakan suaminya dengan memberikan keleluasan untuk berbelanja.

Ya disinilah kehebatan gerakan opini wanita untuk menempatkan dirinya sebagai subyek, yang selalu dienakan dengan "Kelemahannya."

Foto : Istimewa
Terus Membaca
Twitter : @Pasutri
Instagram : @igpasutri
www.pasutri.web.id






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Susu Kaleng 5.5 : Tukang Belanja dan Pekerja Keras"

Posting Komentar