Susu Kaleng 8.4 : Ada Uang Abang Sayang dari Sisi KDRT

Jakarta (Pasutri) - Judul ini merupakan gambaran yang jelas bagi saya, bahwa selain pelecehan bagi pria, juga menggambarkan betapa wanita sebenarnya yang mulai bermain dengan matematis.

Memang para wanita masih dapat berkelit, bahwa itu bukan hitungan matematis, tetapi lebih pada hitungan relatif, atau pendek kata, tidak dapat diukur secara kebutuhan equilibrium sebuah keluarga."

Tetapi kita sama-sama tahu, posisi kebutuhan uang dalam kehidupan sehari-hari secara umum, sudah memiliki kesepakatan-kesepakatan tidak tertulis. 

Yang intinya, menegasi relatifitas dari status orang yang membutuhkannya. Tidak mungkin seorang dari ekonomi yang sangat rendah mengatakan tidak punya uang, ketika mereka memiliki Rp. 50.000 ,- rupiah. 

Tetapi seorang manajer bank swasta besar, ketika pertengahan bulan sudah tidak memiliki minimum Rp. 2.000.000,- mereka sudah mengatakan dirinya tidak punya uang.

Inti dari penjelasan singkat saya adalah, bahwa uang menjadi tolok ukur perlakuan wanita terhadap pria.

Kalau ini terjadi dalam rumah tangga, maka ini merupakan KDRT non fisik,  bagi pelaku pencari nafkah, yang saat ini masih mayoritas posisi ini masih dipegang oleh pria.

Kalau pria berfikir secara parallel, maka pria dapat mengatakan nggak ada uang Abang melayang, kalau Abang ada uang, Abang ingin dapat banyak Sayang.

Jika logika itu yang dipakai, maka legitimasi itu akan mengatakan bahwa, jika banyak uang, maka pelaku pencari nafkah boleh mendapatkan banyak perlakuan istimewa, yang pada akhirnya dapat diplintir menjadi diartikan, memiliki banyak kekasih yang menyayanginya.

Mungkin secara tidak sadar, tindakan itulah yang diambil oleh banyak para pelaku pencari nafkah, yang berhasil, untuk memiliki banyak kekasih.

Karena kekasihlah yang menyayanginya, ketika dirinya banyak uang.

Foto : Istimewa
Terus Membaca
Twitter : @Pasutri
Instagram : @igpasutri
www.pasutri.web.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Susu Kaleng 8.4 : Ada Uang Abang Sayang dari Sisi KDRT "

Posting Komentar