Susu Kaleng 5.2 : Ibu Tiri


Jakarta (Pasutri) - Setelah kita membicarakan bagaimana predikat "Kasih Ibu" itu sangat melekat pada gender wanita. Tetapi di lain pihak, dengan subyek yang sama, digambarkan begitu kejamnya.

Dengan demikian, lagu "Kasih Ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa" harus ditambah keterangan yang rinci, yakni "Kasih Ibu Kandung .... " Walaupun tidak semua Ibu Kandung itu juga baik, seperti yang digambarkan pada paragraf 2 "Kasih Ibu".

Sementara tidak semua ibu tiri itu juga jahat.

Jadi akan jelas bagi kita semua, bahwa "Kasih Ibu dan Ayah Kandung" menjadi subyek-subyek yang secara ceteris paribus, mempunyai makna yang lebih nyata.

Sebab jika kita mengacu pada keluarga konvensional di Indonesia, dimana yang mencari nafkah adalah laki-laki, maka seorang Ayah Tiri akan lebih memiliki poin lebih, karena dialah yang menghidupi keluarga, termasuk anak tirinya.

Sehingga secara tidak langsung, sang ayah tiri sudah memberikan kasihnya yang sangat esensial, karena memberi pangan sebagai kebutuhan dasar untuk hidup manusia.

Memang tidak semua Ibu Tiri dapat kita generalisir menjadi Ibu Tiri yang jahat. Tetapi predikat ini dapat dijadikan acuan, bahwa wanita tidak sehalus seperti yang selalu diopinikan masyarakat.

Tetapi tidak dapat disangkal, peran Ibu Tiri yang sangat jahat, dan sangat terkenal di seluruh antero dunia, dapat dilihat dalam film "Cinderela" yang menggambarkan, bahwa pada umumnya Ibu Tiri itu sangat jarang yang baik.

Foto : Istimewa
Terus Membaca
Twitter : @Pasutri
Instagram : @igpasutri
www.pasutri.web.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Susu Kaleng 5.2 : Ibu Tiri"

Posting Komentar