Susu Kaleng : Kasih Ibu


Jakarta (Pasutri) - "Kasih Ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa", syair lagu ini memang sebuah kata-kata yang selalu indah untuk dikenang, seakan-akan melunturkan semua perbuatan negatif yang mungkin pernah dilakukan oleh kaum ibu.

Dengan syair tersebut di atas dan kurangnya informasi, maka wanita dengan mudahnya menjeneralisir, dengan perkataan "tidak mungkin seorang ibu menyakiti anaknya". Tetapi dengan lalu-lintas informasi yang kian berkembang, meskipun masih kasuistis, tidak jarang kita lihat tayangan berita (bukan sinetron), dimana seorang ibu tega menyakiti anaknya, bahkan membunuh anak kandungnya sendiri.

Jagi opini yang tercipta dengan perkataan di atas terlanjur menjadi aikon, untuk memberikan kesan yang sama, dan demi kesetaraan gender harus ditambah dengan kata Ayah, " Kasih Ibu dan Ayah".

Kalau dulu memang, seorang ibu yang menyusui, mempunyai ikatan batin yang tinggi kepada anaknya, karena hal tersebut sudahbdimulai sejak dari bayi. Antara anak dan ibu, memiliki tali perasaan yang kuat. Tetapi, bagaimana dengan anak yang mendapatkan "Susu Botol". Apalagi dalam keluarga konvensional di Indonesia pada umumnya, yang mencari nafkah adalah pria atau suami atau ayah. Berarti justru kasih ayah yang ada di dalam "Susu Botol" itu sendiri, yang disiapkan oleh ibu, atau bahkan justru disiapkan oleh baby-sitter-nya - yang digaji oleh Ayah, baru kemudian diberikan kepada anak mereka berdua.

Seperti pada proses penghapusan perbedaan warna kulit, maka ada beberapa produk yang kasat mata, yang langsung diubah atau harus diubah. Misalnya pasta gigi yang terkenal "Darkie" menjadi "Darlie", atau tidak diperdengarkannya lagi lagu " Dakocan" dari Jepang, yang mempunyai makna "boneka ras orang hitam".

Ke Daftar Isi
Foto : Istimewa

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Susu Kaleng : Kasih Ibu"

Posting Komentar