Cinta yang indah itu, Tulus

Mimpi Indah yang harus mengalami rem darurat
Jakarta (Pasutri) - Gambar dari artikel ini, yang buat adalah Lia, yang dijadikan PP dari WA nya.

Aku pun langsung pakai pp yang sama, senang sekali rasanya aku. GR nya aku, berarti dia pun berharap seperti aku...

Ingin menjalin Cinta yang dulu tidak tersampaikan, tapi bukan berarti jauh lho ya... (Semua atas permintaan Mantan Cintaku)

Keesokan harinya, tanggal 9, pagi² kami sudah saling menyapa.

Sapaannya pun mesra layaknya ABG yang sedang kasmaran.

Pembicaraan kami terhenti, karena Lia izin untuk mandi dulu, dia mau ke Bogor, menjumpai adik² nya.

Sebelum mandi aku bilang Titi DJ dan dengan emoticon 'I miss you",  sebab aku pikir, habis mandi, dia langsung jalan ke Bogor.

Tapi Lia bilang tidak kangen sama aku, karena dia belum lihat foto aku kekinian.

Lia bilang, ingin melihat keadaan ku setelah sakit, ia pun bilang "kalau Mas tidak PD, mandi aja dulu, biar kelihatan seger."

Aku pun menuruti permintaannya, selesai foto selfi, sebenarnya aku ragu untuk kirim ke Lia.

Karena aku sendiri, setelah sakit, yang cuma kurang dari satu minggu itu. Wajahku terlihat tua dan jelek sekali.

Tapi aku khan berprinsip, "Cinta yang Indah itu, Tulus..."

Pendek kata aku kirim foto ku,,,, dan intermezo... ku kirim juga foto terakhir sebelum aku mengundurkan diri dari kantor yang kebetulan pernah satu kantor dengan Alm. suami Lia...

... dan setelah lihat fotoku, Lia hanya berkata, untuk foto saat ini "Ya harus kembali sehat dan berisi ya Mas", sementaara untuk foto kedua, ia memberi komentar ... "Tuh, ganteng kaya gini lagi"

Selesai mandi, Lia pun pamit untuk pergi ke Bogor.

Kembali aku ucapkan Titi DJ, dan kembali aku kasih tanda emoticon "I miss you"

Jam 20.48 Lia wa aku, sambil menanyakan aku dengan stiker, apakah aku sudah maem belum.

Perasaanku mengatakan, Lia seperti tidak mau menjalin hubungan dengan ku lagi...

Benar saja wa kami dikeesokan harinya sudah hambar, kaya sayur gak pake garam hehehe

Bahkan ucapan Lebaran pun, dibuat sangat formal...

Aku pun berhenti menulis cerita cinta kami, tapi untuk menghilangkan penasaranku, tanggal 18 jam 14.19 aku memberanikan diri wa dia, untuk menanyakan "oh iya aku izin, boleh tdk ya 1. Nerusin cerita ttg kita, 2 Masih boleh tdk aku bilang Diajeng"

Jam 17.51 dijawab oleh Lia "Yg tau kan cuma Mas dan aku, kita sdh saling tau cerita kita... rasanya cukup juga sih"

Kembali perasaanku antara sedih dan lega, karena kalau tidak, mungkin akan berlama-lama cerita kita hanya menggantung begitu saja....

Dalam hati kuucapkan terimakasih Lia dengan tulus, karena jujur, kehadirannya membuat aku kini sangat bersemangat, untuk sembuh dan kembali beraktivitas... (Lihat alasannya di Ceritaku - yang membahas cinta yang tulus itu powerful)

Kalau masih ingat, judul yang aku buat untuk judul cerpen ini, sudah kutulis diakhir cerita pertamaku, itulah pesan dari indra keenamku...

Sementara untuk cerpen berikutnya sudah kutulis "Cinta yang Tulus, adalah obat manjur segala Penyakit" sudah kutulis diakhir cerpen ini sebelum memulai paragraf pertama.

Terimakasih beribu terimakasih padamu Lia, bidadari kecilku, yang seketika membuat semangatku muncul kembali.

Atas permintaan dari Lia, maka terpaksa "Cerita Kita", aku sudahi sampai di sini saja...

Juga akupun berhentiemanggilnya " Diajeng"

Tanggal 18 jam 22.19 aku sudahi cerpen "Cerita Kita", begitu singkat, karena aku harus menghargai dan menghormati  keputusan Mantan Cintaku...

Semoga kita sama² sehat...


Cinta yang Tulus, adalah obat manjur segala Penyakit

Penulis : Erwin

Foto : Istimewa

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cinta yang indah itu, Tulus"

Posting Komentar