Susu Kaleng : Pendahuluan

Susu Kental Manis dengan Kemasan Kaleng
Jakarta (Pasutri) - Ladies First, kalau kita melihat perlakuan ini, yang dari dahulu merupakan opini sebagai perlakuan pria yang gentle.

Secara sadar maupun tidak, opini ini terbangun untuk mendiskriditkan pria yang bertindak mendahulukan kepentingan pria lain. Seperti halnya mungkin yang dilakukan oleh wanita, dimana ia selalu mendahulukan kepentingannya sendiri.

Karena tidak ada "Gentleman First", maka sebaiknya demi dan atas nama kesetaraan gender, pola pikir ladies first pun harus dihilangkan.

Kalau seorang pria memperlakukan atau mendahulukan kepentingan lawan jenisnya, itu adalah keputusannya. Seperti juga seorang wanita yang sedang mabuk kepayang kepada seorang pria, yang selalu memperlakukan atau mendahulukan pasangannya, ini pun merupakan keputusan pribadinya, yang tidak ada hubungannya dengan melecehkan diri sendiri.

Karena kesetaraan gender inilah, kaum pria sebenarnya harus bersyukur, karena segala tugas dapat dibagi menjadi rata dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, kaum pria tidak lagi merasa hanya dirinyalah yang bertanggung jawab untuk membetulkan genteng yang bocor. Sebab dengan pembagian kewajiban yang sama, sudah selayaknya, satu saat kaum wanita juga bertanggung jawab untuk membetulkan genteng yang bocor.

Selain itu, kaum pria yang menggunakan kendaraan umum, yang mungkin sangat letih dan penat seharian bekerja, mempunyai hak yang sama dengan kaum wanita untuk duduk di kendaraan umum tanpa harus memberikan haknya kepada wanita yang sedang berdiri.

Karena wanita pekerja yang letih dan penat pun, pastinya tidak akan memberikan haknya untuk duduk di kendaraan umum, kepada kaum pria yang sedang berdiri di sebelahnya.

Akan menjadi berbudi pekerti yang luhur, baik pria maupun wanita yang memberikan tempat duduknya kepada yang lebih tua, tanpa melihat gender mereka.
Hidup kesetaraan gender !!!!
Mari kita dukung dengan sepenuh hati, tanpa membedakan suku agana ras dan antar golongan.

Foto : Istimewa

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Susu Kaleng : Pendahuluan"

Posting Komentar