About

slider

Recent

Popular Posts

Entri yang Diunggulkan

Aku Percaya Pria dan Wanita sama Baiknya dan sama Jahatnya

Pria pun punya sudut Pandangnya terhadap Wanita Jakarta ( Pasutri ) -  Sudah lama aku ingin menulis ini, tapi karena tidak ada wadah untuk m...

Accordition

Arsip

Comments

Slide Show

Featured Posts

"Pasutri" dari Pandangan Pria

Populer

Navigation

Susu Kaleng 7.1 : Komunikasi Kesetaraan

Wanita biasanya diopinikan sebagai orang yang memiliki perasaan yang halus. Dengan setumpuk kalimat negasi untuk bertindak, seperti kalimat; saya kan
Jakarta (Pasutri) - Wanita biasanya diopinikan sebagai orang yang memiliki perasaan yang halus. 

Dengan setumpuk kalimat negasi untuk bertindak, seperti kalimat; saya kan "nggak bisa mengatakan secara terus terang²an", saya kan "tidak tega mengatakan hal tersebut", saya kan "malu untuk mengatakan langsung" dlsb. 

Pada masa lalu, dimana kita belum banyak diperkenalkan dengan bentuk-bentuk komunikasi, hal tersebut terlihat mereka sangatlah bijaksana, karena seolah mereka takut menyinggung perasaan lawan bicaranya.

Hal inilah yang memposisikan wanita hingga saat ini, secara mayoritas masih menunggu pernyataan perasaan dari pria, ketimbang harus memulai menyatakan cintanya kepada pria idamannya. 

Atas nama emansipasi, seperti yang kita dapat saksikan pada acara TV "Katakan Cinta", semestinya kita harus salut kepada wanita yang berani menyatakan cintanya, kepada pria idamannya.

Menyambung logika pada paragraf pertama, setelah kita mengenal berbagai bentuk komunikasi, atau interaksi antara manusia, dimana selain komunikasi umum, ada pula komunikasi politik, yang isinya salah satunya mengenai pola interaksi patron klien.

Dengan mengambil tema komunikasi patron klien tadi, kita dapat pula mencoba menganalisanya dari sisi politik seperti di atas. Sehingga tidak berlebihan, jika kita mengatakan bahwa bersikap pasif lebih memiliki banyak langkah strategis.

Artinya dengan bersikap pasif dalam pola interaksi, seorang pasangan dalam sebuah rumah tangga, lebih banyak memiliki celah untuk berkilah. 

Logikanya cukup sederhana, jika kita terlalu intens untuk menerangkan apa dan siapa diri kita kepada pasangan kita, maka pasangan kita akan lebih mengenal kelemahan kita. Sebaliknya, kita tidak mengenal dengan persis kelemahan pasangan kita.

Dengan berangkat dari pemahaman komunikasi politik di atas, maka ungkapan pada paragraf pertama dapat diartikan sebagai; "Tolong Mengerti Aku, Tanpa Aku Harus Mengerti Kamu".

Twitter : @Pasutri
Instagram : @igpasutri
www.pasutri.web.id

Tingkatkan Imun Tubuh TANPA OBAT


Share
Banner

matahatinews

Post A Comment:

0 comments: