About

slider

Recent

?max-results=10">
'); document.write(" ?orderby=updated&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");

Popular Posts

Entri yang Diunggulkan

Tips : Perkasa tanpa Obat Apapun

Rahasia Perkasa tanpa Pikiran Kotor, tapi Tahan Lama Jakarta ( Pasutri ) - Ini pengalaman teman gw, sebut saja Santo, yang awalnya ia orang ...

Accordition

Arsip

Comments

Slide Show

Featured Posts

"Pasutri" dari Pandangan Pria

Populer

Navigation

Susu Kaleng 9.2 : Perselingkuhan Artis I

Labeling : Pria selalu ditempatkan pada posisi yang salah...
Jakarta (Pasutri) - Masih segar dalam ingatan kita, pada tahun 2010, dimana seorang Artis papan atas, yang juga seorang istri dari seorang composer ternama, mencoba untuk merebut Suami orang secara terang-terangan.

Bagaimana teganya seorang wanita rela meninggalkan anak-anaknya, hanya demi kesenangan pribadinya, atau kerennya atas nama cinta.

Kalau kita lihat dari sisi suami yang seorang composer tersebut, sungguh kejamnya perempuan itu, dan fenomena apa yang meracuninya?
Mungkin karena si wanita adalah seorang wanita karir yang memiliki penghasilan sendiri, dan bahkan memiliki penghasilan yang mungkin lebih besar dari suaminya? Sehingga berani bertindak bagai seorang single fighter, yang memutuskan segalanya, tanpa konsultasi orang lain (baca: pasangannya).

Kasus itu penyebabnya, jelas bukan dari latarbelakang atau berdasarkan kodrat apakah itu wanita atau pria? Tetapi ternyata keduanya (baca: wanita dan pria) memiliki sifat berselingkuh, atau bahkan merebut pasangan orang lain, jika memiliki kesempatan. Yang tentunya orang tersebut (baca: wanita atau pria), berangkat dari keluarga yang dalam pendidikan keluarganya, tidak mendapatkan pemahaman budipekerti yang baik.

Dengan melihat cerita di atas, sepertinya tidak perlu ada privilege bagi wanita, tetapi yang harus ada adalah, gerakan keseimbangan peran antara wanita dan pria.

Karena secara mayoritas pun, lebih banyak wanita lajang yang merebut suami orang, daripada pria lajang yang merebut istri orang.

Hal ini disebabkan, karena dari hari-kehari, kita semakin sering menjumpai berita-berita pelecehan wanita terhadap pria.

Kalau dahulu mungkin, sebelum adanya revolusi informasi, gosip menyebar lebih luas dan cepat diantara wanita / ibu rumahtangga yang tidak ada kerjaan.

Tetapi saat ini, berita itu sungguh seimbang. Sehingga kita semakin gamblang menyaksikannya. Ternyata dari keterbukaan informasi, perselingkuhan yang diprakarsai oleh si wanita, jauh lebih banyak dari sebaliknya.





Share
Banner

matahatinews

Post A Comment:

0 comments: