About

slider

Recent

?max-results=10">
'); document.write(" ?orderby=updated&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");

Popular Posts

Entri yang Diunggulkan

Tips : Perkasa tanpa Obat Apapun

Rahasia Perkasa tanpa Pikiran Kotor, tapi Tahan Lama Jakarta ( Pasutri ) - Ini pengalaman teman gw, sebut saja Santo, yang awalnya ia orang ...

Accordition

Arsip

Comments

Slide Show

Featured Posts

"Pasutri" dari Pandangan Pria

Populer

Navigation

Susu Kaleng 12.2 : Iklan Kosmetik dan Iklan Obat Kuat

Jakarta (Pasutri) - Iklan Kosmetik dan Iklan Obat Kuat

Melihat iklan yang berhubungan dengan wanita, dapat dikatakan 99.9% berbau menyempurnakan kecantikan wajah, tubuh, dan rambut. 

Jarang sekali - kalau tidak mau dikatakan tidak ada, iklan-iklan yang menggambarkan, bagaimana caranya meningkatkan kapabilitas wanita.

Menengok iklan-iklan kecantikan yang beredar untuk konsumen wanita, hal ini justru selalu memposisikan wanita sebagai obyek pria. Dengan sedikit memperhatikan dengan seksama iklan-iklan yang ditujukan pada konsumen wanita, kita dapat mengambil kesimpulan, "pilihlah aku hey pria; aku yang cantik, putih, seksi, montok, dlsb."
Jika kita meluangkan waktu sedikit untuk memperhatikan iklan-iklan untuk konsumen wanita, justru wanitalah yang memposisikan dirinya sebagai obyek dari sisi kecantikannya. bukan kapabilitasnya. 

Hal ini seolah membenarkan pernyataan yang ada pada halaman 176, buku "Female Undercover" tertulis "Perempuan menjaga gawang dan pria siap menyerang. 

Kehidupan nyata memang keras, dan wanita melakukan hal itu, dengan ucapan abadi Jim Morrison, terlihat jahat ketika kau (baca; wanita) tidak diinginkan."

Sementara, iklan yang berbau kecantikan untuk pria, biasanya hanya pewangi badan dan rambut. Iklan-iklan yang banyak ditemui untuk konsumen pria pada khususnya adalah, iklan yang menggambarkan bagaimana macho-nya seorang pria, hal ini termasuk iklan yang berbau peningkatan stamina pria, atau bahkan obat kuat.

Dengan mencoba menelaah iklan-iklan yang ditujukan pada konsumen pria, kita dapat mengambil kesimpulan, "lihatlah aku hey wanita; aku yang macho."

Zaman dulu macho paralel dengan image, seorang yang handal mencari makan di hutan.

Zaman sekarang macho paralel dengan image, seorang yang handal di tempat tidur.

Kalau kita perhatikan iklan-iklan untuk konsumen pria, justru disini seolah pria akan merasa PD (Percaya Diri), jika ia dapat memuaskan secara fisik, wanita yang memilihnya untuk jadi pasangannya. 

Hal ini menguatkan pernyataan yang ada pada halaman 171, buku "Female Undercover" tertulis "bahwa semua lelaki yang merayu wanita hanya menginginkan satu hal: bercinta."

Di sisi lain berarti, wanita juga menyukai kegagahan seorang pria. Apalagi jika kita hubungkan dengan iklan spray, yang ada pada tulisan "Ingin Diperlakukan Sama"

Sebenarnya dari iklan tersebut, dua-duanya (wanita dan pria) diposisikan sebagai obyek lawan jenisnya. Sadar atau tidak, dalam hal ini wanita atau pria sama-sama menarik keuntungan.

Foto : Istimewa
Terus Membaca
Twitter : @Pasutri
Instagram : @igpasutri
www.pasutri.web.id


Share
Banner

matahatinews

Post A Comment:

0 comments: