About

slider

Recent

?max-results=10">
'); document.write(" ?orderby=updated&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");

Popular Posts

Entri yang Diunggulkan

Tips : Perkasa tanpa Obat Apapun

Rahasia Perkasa tanpa Pikiran Kotor, tapi Tahan Lama Jakarta ( Pasutri ) - Ini pengalaman teman gw, sebut saja Santo, yang awalnya ia orang ...

Accordition

Comments

Slide Show

Featured Posts

"Pasutri" dari Pandangan Pria

Populer

Navigation

Susu Kaleng 14.2 : Dispensasi Politik


Jakarta (Pasutri) - Setelah zaman Ibu Kartini, sebenarnya wanita Indonesia barangsur-angsur sudah mendapat kesempatan untuk memiliki hak kedudukan yang sama dengan pria. Apalagi terbukti, bahwa presiden kita ke-lima adalah seorang wanita.

Dengan fakta tersebut, maka tidak ada alasan bahwa adanya diskriminasi jender dalam perpolitikan di Indonesia. Artinya, seorang wanita untuk mencapai kedudukan tertinggi, dalam peta perpolitikan harus pula dapat berperan sebagai politikus negarawan atau pun politikus politisi. Hal ini sama dan sebangun dengan apa yang dilakukan oleh pria dalam meraih sukses dalam perpolitikan.

Jadi kalau ada pemikiran mengenai kuota di DPR, itu sama saja memberikan dispensasi kepada subyek, yang katanya memperjuangkan dispensasi untuk berpolitik. Dengan demikian konsepnya, maka perjuangan emansipasi tidak saja menuntut kesetaraan, melainkan ingin menjadi superior dalam tataran aturan.

Dengan masuknya wanita ke kancah perpolitikan, kita akan lebih jelas melihatnya. Bahwa wanita memang sama dengan pria. Karena secara langsung, hal tersebut akan menumbangkan images wanita yang sejak dahulu ditempatkan pada subyek yang lemah lembut, halus, jujur, rapi dan dewasa.

Di lain pihak, kita sama-sama tahu bahwa moto politik yang paling terkenal adalah "tidak ada teman yang abadi, tidak ada lawan yang abadi". Di negara yang paling demokrasi sekalipun, untuk memenangkan kursi kepemimpinan, perlu kepiawaian kalau tidak mau disebut dengan tipu muslihat, untuk menyingkirkan lawan-lawannya.

Dispensasi politik terjemahan lugasnya adalah dispensasi kekuasaan. Jadi ini hanya merupakan tipu muslihat untuk meraih kekuasaan politik, tanpa harus mengasah kapabilitas politiknya. Dimana, yang sama-sama kita tahu, bahwa kekuasaan mempunyai lingkup yang luas dan kompleks, dalam prakteknya.

Dengan permintaan dispensasi politik, terlihatlah bagaimana piawainya kelompok wanita untuk memenangkan pertarungan politik yang keras, melalui perang opini permohonan subyek subyek yang menempatkan dirinya seolah-olah sebagai kaum lemah.

Secara pemiikiran, hal ini yang dapat dikatakan strategi yang lebih maju, dibanding pria yang sudah terbiasa dengan gontok-gontokan adu konsep.

Sudah selayaknya, mulai sekarang pria melihat dispensasi jender dengan lebih jeli. Jangan sampai terjebak pada opini, hanya karena ingin disebut sebagai seorang yang "gentle man" maka ia menuruti saja apa kata wanita.

Share
Banner

matahatinews

Post A Comment:

0 comments: