About

slider

Recent

Popular Posts

Entri yang Diunggulkan

Aku Percaya Pria dan Wanita sama Baiknya dan sama Jahatnya

Pria pun punya sudut Pandangnya terhadap Wanita Jakarta ( Pasutri ) -  Sudah lama aku ingin menulis ini, tapi karena tidak ada wadah untuk m...

Accordition

Comments

Slide Show

Featured Posts

"Pasutri" dari Pandangan Pria

Populer

Navigation

Cinta Pertamaku Tidak Harus Pacaran

 

Ilustrasi Nia saat remaja
Jakarta (Pasutri) - Gue rasa kita semua punya masa-masa jatuh cinta saat di  SMA, atau bahkan di SMP.

Gue dulu waktu di SMP pernah naksir berat sama cewe, tepatnya adik kelas gue, namanya Nia.

Nah gue tau keberadaannya, pas gue mau naik kelas 3 SMP, dan dia naik ke kelas 2 SMP.

Sejak itu, gue sering deh perhatiin Nia dari lantai atas, terutama kalau Nia lagi jam pelajaran olahraga. Sampai gue bela²in izin keluar kelas hehehe

Sama satu lagi yang juga paling sering gue lakukan.

Kalau balik dari Sekolah, karena rumahnya Nia deket banget dari sekolah, Nia suka balik jalan kaki, kebetulan searah sama arah tempat tongkrongan gue.

Gila ya, kalau orang lagi jatuh cinta, lihat dari belakang aja sudah seneng. Eh apa lagi kalau sambil jalan, Nia bercanda sama temennya, seolah gue ada diantara mereka juga. Giiilaaaaa Wkwkwkwk

Tapi kalau kata teman² gue, gue bertepuk sebelah tangan.

Anehnya, walaupun gue bertepuk sebelah tangan, gue tetep aja pengen nembak dia (dulu : pengen menyatakan cinta)

Prinsip gue, kalau toh nanti ditolak, ya sudah, tapi khan gue lega, sudah menyampaikan perasaan gue.

Sampai akhirnya gue lulus SMP, gue pun tidak berkesempatan untuk nembak dia secara langsung.

Sementara surat cinta gue untuk Nia, yang gue titipin ke temannya, tidak pernah ada kabarnya

Nah gue coba menuturkan perasaan gue, seolah dia ada disamping gue ya...

Aku terlalu egois untuk cintaku kepadamu, yang akhirnya membuat aku paham, cinta itu tidak harus memiliki.

Saat pertama kali lagi kita bertemu, setelah puluhan tahun tidak bertemu. 

Kita bertemu di sebuah meeting, di hotel Pullman Thamrin.

Senangnya hatiku melihat kamu bersanding dengan Didi suamimu, yang terlihat begitu bahagia. 

Meski aku gagal dalam pekawinanku, tidak sedikitpun aku merasa cemburu, melihat kebahagiaan kalian berdua. 

Lagi² mungkin karena aku paham, cinta itu tidak harus memiliki, tapi bisa ikut merasakan kebahagiaannya.

Intermezo sedikit

Bermula di bulan Januari 2022, saat itu anaku yang Ambon Makasar datang ke rumah.

Dia biasa datang untuk menemani ngobrol, karena kedua anak kandungku sedang kuliah di luar kota, satu di Tokyo, satu lagi di Bogor.

Dia memang bukan anak kandung, tapi saat ayahnya meninggal, ia minta aku sebagai pengganti Ayahnya.

Aku memanggilnya Daeng, dialah yang sering menemaniku, saat kedua adiknya (kedua anakku)  tidak di rumah.

Daeng sangat memperhatikan gerak-gerikku. Jadi kalau aku tampak sedih. Ia pasti tanya ini itu.

Tiba² ia menanyakan, apakah aku masih mau nikah lagi, setelah kegagalanku yang kedua.

Aku bilang, "ayah sudah cukup bahagia menemani kedua adik²mu, apalagi sekarang ada kamu, tambah bahagia deh ayah"

Ayah cuma ingin menyelesaikan PR ayah, untuk memberi tahu saja bahwa ayah dulu pernah jatuh cinta banget sama dia (Nia), bahkan bisa juga dibilang "Cinta Pertamaku yang Bertepuk Sebelah Tangan"

Nah gitu Nia, semoga curhatanku mengenai kamu, tidak membuat kamu jadi ill fill ya. Toh cerita cintaku kepadamu sudah puluhan tahun yang lalu.

Dengan tulisan ini selesai, rasanya aku sudah tidak punya hutang pada diriku sendiri, sebagai laki-laki. Jadi kelihatan deh egoisnya aku ya.

Sedih rasanya jika aku mengandai-andai, semisal aku sama kamu mungkin aku jadi gini atau jadi gitu.

Mungkin juga karena kegagalanku untuk kedua kalinya.

Aku ini orang yang hidup berdasarkan Pikiran, Sugesti, dan Cinta.

Koq aku jadi curhat ke kamu ya wkwkwk

Nah pernyataan ini jauh dari maksud rayuan, jika kamu membacanya. Ini hanya keinginanku menuntaskan perasaan cintaku yang dulu.

Aku pun turut senang melihat suamimu yang baik, makanya aku tidak rela ketila teman dekatku ada maksud jahat pada suamimu.

Tuntas sudah PR ku, semoga kamu bahagia dengan keluarga kecilmu.

Dan koq nyambung ya, saat tulisan ini aku ingin koreksi atau selesaikan, tetiba kamu WA aku, tanggal 13 Februari 2022, jam 11.38, dengan disertai lagu dari youtube.com lagi.

Dengerin lagu yang kamu kirim ber-ulang², bikin  aku sempat baper sambil nangis, entah apa yang aku rasakan, sambil ngenang mass² SMP dulu.

Semestinya aku juga harus bisa berfikir, kalau lagu itu sangat mungkin tidak ditujukan untuk aku, tapi namanya dulu aku pernah jatuh hati berat sama kamu, ya GR dikit boleh dong.

Maafkan aku mas Didi, aku izin sekali ini saja.... "I love you Nia" .

Dan aku berucap dalam hati, semoga kamu tegar dan selalu bahagia dengan keluarga kecil kamu ya...

Nah biar nyambung juga ini aku kasih link youtube.com nya.

https://youtu.be/aq13JFvNTh0

Saat mau finishing artikel ini, tidak disangka dan tidak diharapkan, anakku laki yang paling kecil kena DBD, dan dirawat di Rumah Sakit.

Setelah recover atau setelah 3 minggu keluar dati Rumah Sakit, anaku kena Covid, yang membuat artikel ini jadi terbengkalai.

Padahal aku sudah janji ke kamu khan, kalau aku akan segera tulis artikel mengenai kasmarannya aku sama kamu.

Hari ini Rabu 13 April 2022 Jam 00.45, sudah terlalu malam kalau aku WA link ini ke kamu.

https://www.pasutri.web.id/2022/04/cinta-pertamaku-tidak-harus-pacaran.html?m=1

Kata penutup

*Dulu kamu cantik di mataku, tapi setelah puluhan tahun tidak bertemu, ternyata kamu masih tetap cantik" Mungkin itulah mengapa disebut "Cinta itu Buta"

Terimakasih sudah membaca dan pernah melintas di hidup aku (SB)

Foto : Istimewa

Penulis Pasutri

Sitemap

Bahannya cari di Dapur / Di Sekitar Rumah

Doa (Dapur Obat Alami

Share
Banner

matahatinews

Post A Comment:

0 comments: